Cara Cerdas Meningkatkan Kualitas dan Produktifitas Perusahaan Tuesday, 30 January 2018

Strategi Outsourcing: Cara Cerdas Meningkatkan Kualitas dan Produktifitas Perusahaan

Ahli manajemen Peter Drucker menyarakan agar perusahaan konsentrasi melakukan hal-hal yang menjadi kekuatan perusahaan. Sisanya agar dilakukan melalui kerjasama Outsourcing. Sebuah perusahaan Consumer Goods agar fokus pada pengembangan product baru, strategi pemasaran, strategi pertumbuhan perusahaan, dan pengelolaan keuangan yang efektif. Pelaksanaan pekerjaan yang bersifat administratif, rutin, dan sederhana dapat dilakukan oleh pihak ketiga yang mempunyai keahlian dibidang tersebut. Dengan strategi ini perusahaan akan lebih cepat bereaksi terhadap perubahan dan bisa menjaga keunggulan sesuai dengan visi perusahaan.

Outsourcing adalah salah satu metode eksekusi untuk memastikan strategi perusahaan terlaksana dengan baik. Pengertian Oursourcing cukup luas dan memiliki beberapa dimensi yang perlu dipahami. Oursourcing adalah bagian mata rantai dari pelaksanaan operasional perusahaan sehingga perlu dijaga kualitas dan kecepatannya sehingga memperlancar alur proses. Namun pada kenyataannya perusahaan lebih mengartikan oursourcing sebagai sistem pengelolaan tenaga kerja saja. Yang tadinya dilakukan oleh perusahaan kemudian dialihkan kepada perusahaan lain. Sehingga pelaksanaan mata rantai lewat jalur outsourcing sering melupakan perlunya proses seperti kordinasi, prinsip kemitraan, dan sistem control.

Lebih sempit lagi perusahaan melakukan oursourcing hanya sekedar menurunkan atau mengurangi cost. Pada awalnya memang ousourcing bertujuan untuk menurunkan cost dan mengalihkan risiko. Namun dalam perkembangannya strategi outsourcing menuntut lebih daripada sekedar menurunkan cost dan mengalihkan risiko. Seperti disebutkan di atas bahwa outsourcing adalah bagian dari mata rantai proses bisnis oleh karena itu memilih strategi oursourcing menuntut manfaat yang lebih kepada perusahaan. Artinya strategi outsourcing harus sejalan dengan visi dan misi perusahaan seperti peningkatan kualitas pelayanan, pembangunan citra perusahaan, dan mempercepat proses dan adaptasi terhadap perubahan seperti usaha inovasi dan kreasi.

Karena itulah untuk melaksanakan strategi oursourcing perusahaan perlu mempertimbangkan 4 hal seperti: company values, Risk analysis, Cost and Benefit analysis, dan business sustainability. Perlu dipastikan apakah mitra outsourcing dapat mendukung perusahaan dalam empat hal tersebut? Bila empat hal ini sudah dibicarakan dan saling memahami maka strategi outsurcing akan terlaksana melebihi ekspektasi perusahaan. Sehingga pelaksanaan outsourcing tdak sekedar menurunkan cost dan mengalihkan risiko semata. Tetapi bisa mendukung visi dan misi perusahaan, mengantisipasi risiko bisnis, memberikan manfaat financial yang lebih baik, dan memastikan kemajuan perusahaan untuk jangka panjang.

Ada dua jenis strategi outsourcing yaitu Business Process Outsorcing (BPO) dan Manpower Outsourcing (MPO). Kedua jenis otsourcing ini dibedakan oleh tingkat keterlibatan perusahaan dalam menyelesaikan mata rantai pekerjaan dan keinginan perusahaan untuk melakukan pengawasan proses penyelesaian pekerjaan. Semakin sedikit keinginan perusahaan untuk terlibat maka pilihannya adalah Business Process Outsourcing (BPO). Perusahaan hanya menetapkan target pekerjaan, volume pekerjaan, dan cara melakukan pekerjaan selebihnya mitra outsourcing yang melakukan. Dengan strategi BPO pekerjaan pada umumnya dilakukan di tempat mitra outsourcing. Bila perusahaan merasakan perlu terlibat dalam penyelesaian pekerjaan dan perusahaan yang menjadi pengawas pekerjaan maka pilihannya adalah Manpower Outsourcing (MPO).  Dengan strategi MPO mitra oursouring hanya menyediakan tenaga kerja sesuai dengan kualifikasi yang telah ditetapkan oleh perusahaan pada saat tertentu dan menugaskan tenaga kerja tersebut ke lokasi tempat bekerja perusahaan.

Pilihan melakukan strategi BPO atau MPO biasanya ditentukan oleh regulasi di negara dimana perusahaan melakukan bisnis dan dipengaruhi oleh jenis industri. Industri keuangan, kesehatan, dan Pendidikan termasuk jenis industri yang diawasi oleh pemerintah sehingga pilihan apakah melakukan strategi BPO dan MPO perlu dikaji lebih mendalam dengan melakukan konsultasi dengan pihak pengawas pemerintah. Selain mempertimbangkan faktor regulasi pemilihan strategi BPO dan MPO ditentukan oleh sifat pekerjaan. Sifat pekerjaan project base lebih tepat menggunakan strategi BPO sedangkan sifat pekerjaan rutin, berulang dan sama lebih tepat menggunakan strategi MPO.

 

Marulam Sitohang, Penulis adalah Konsultan Human Capital Management dan berpengalaman di industri Consumer Goods, Financial Institutions dan Services Companies 

Find Us

Kantor kami terletak didepan pusat perbelanjaan Mall Of Indonesia (MOI) Kelapa Gading sehingga sangat mudah dijangkau.

Alamat Kantor

Ruko Inkopal Persada Gading Elok No F-12
Jln. Boulevard Barat
Kelapa Gading, Jakarta Utara

Hubungi Kami

Phone : 021 - 4585 1428
Email : contact@kini-adt.com

Contact Us